MANADO – Dalam upaya membekali tenaga pendidik dengan pemahaman mendalam mengenai transformasi pendidikan nasional, Yayasan As-Sunnah Manado sukses menyelenggarakan Workshop Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 7 hingga 8 September 2024, bertempat di aula utama Yayasan As-Sunnah Manado.
Workshop ini menghadirkan Bapak Kusnan, S.Pd., M.Hum., seorang pakar pendidikan yang kompeten di bidangnya, sebagai pemateri utama. Kehadiran beliau bertujuan untuk memberikan panduan teknis serta strategi praktis dalam menerapkan kurikulum terbaru yang dicanangkan oleh pemerintah.
Fokus pada Adaptasi dan Inovasi Selama dua hari intensif, para peserta yang terdiri dari jajaran guru dan pengelola pendidikan di bawah naungan Yayasan As-Sunnah diajak untuk membedah berbagai elemen penting Kurikulum Merdeka, mulai dari:
-
Pemahaman Capaian Pembelajaran (CP) dan penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).
-
Perancangan Modul Ajar yang kreatif dan berpusat pada siswa.
-
Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang relevan dengan nilai-nilai yayasan.
-
Strategi Asesmen yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Harapan Yayasan Pihak Yayasan As-Sunnah Manado menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen lembaga dalam menjamin mutu pendidikan. Dengan adanya workshop ini, diharapkan para guru tidak hanya sekadar memahami administrasi kurikulum, tetapi mampu menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna, mandiri, dan inovatif bagi seluruh santri/siswa.
Bapak Kusnan, S.Pd., M.Hum. dalam pemaparannya menekankan pentingnya peran guru sebagai fasilitator yang adaptif. “Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi sekolah untuk berinovasi sesuai karakteristik daerah dan kebutuhan siswa. Kuncinya ada pada kemauan guru untuk terus belajar,” ujarnya di sela-sela materi.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan praktik penyusunan perangkat pembelajaran, yang diikuti dengan antusiasme tinggi oleh seluruh peserta hingga hari terakhir.